background-shape
feature-image

Orrus.org - Setiap orang memiliki selera yang berbeda tentang kendaraan yang mereka pilih. Ada yang suka mobil vintage, sedan, city car, SUV, SUV dan mobil mewah yang ada di Jepang. Bahkan tidak mengherankan jika model mobil di Indonesia tidak memuaskan keinginan, terutama bagi para pecinta mobil. Untuk itu terkadang orang mencari cara membeli mobil bekas dari jepang.

Jepang sebagai salah satu penguasa “jalanan” berbagai negara kerap menjadi tujuan utama impor mobil bekas. Cara membeli mobil bekas dari Jepang merupakan kata kunci yang sering dicari oleh masyarakat awam yang ingin membeli mobil dari Jepang.

Beberapa merek juga tercatat paling banyak diimpor dari Jepang. Seperti Mitsubishi Triton, Toyota Alphard 2.4, Toyota Hi-Ace, Toyota Hilux hingga Honda Civic Hatchback.

Cara Membeli Mobil Bekas dari Jepang

Karena pabrik di Indonesia belum mampu memenuhi selera pasar, mengimpor mobil bekas dari Jepang seringkali menjadi pilihan. Namun sebelum itu, Anda harus terlebih dahulu memahami peraturan impor mobil bekas di Indonesia.

1. Prosedur impor mobil bekas

Sebelum masuk ke pembahasan Cara membeli mobil bekas dari Jepang. Ada baiknya untuk memahami prosedur impor mobil bekas. Padahal, pemerintah Indonesia melarang impor mobil bekas untuk keperluan pribadi.

Impor mobil bekas hanya terbuka untuk kendaraan niaga lebih dari 5 ton. Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 14 Tahun 2016 tentang Standar Teknis Impor Barang Modal Dalam Keadaan Bukan Baru menegaskan bahwa hanya barang modal yang boleh diimpor.

Barang modal yang dimaksud adalah barang-barang sebagai modal perdagangan atau untuk menghasilkan sesuatu yang masih layak pakai atau untuk diformat ulang, diproduksi ulang, dan direstart bukan barang bekas. Selain itu, barang modal bekas hanya boleh diimpor oleh perusahaan pemakai langsung, peremajaan, dan pabrikan.

Hal lain yang perlu anda perhatikan ketika hendak membeli mobil bekas dari luar negeri adalah kesulitan menemukan asuransi mobil terbaik. Karena berdasarkan sperepart mobil tersebut pastinya akan kesulitan untuk anda dapatkan, andapun harus mengimpornya juga.

2. Beli dari Batam, Sabang atau Papua

Meski pemerintah melarang impor mobil bekas untuk keperluan pribadi, ada hal lain untuk bisa menggunakan mobil impor di free zone atau deposit area. Indonesia telah menetapkan tiga zona bebas bea, yaitu Sabang, Batam dan Papua.

Sebagai aturan, Cara membeli mobil bekas dari Jepang yang masuk ke wilayah ini tidak boleh masuk ke wilayah lain. Jadi bagaimana kita bisa menggunakan mobil yang dibeli di tempat atau tempat tinggal kita?

Ada cara legal untuk mendatangkan mobil idaman, yakni dengan memindahkan mobil keluar dari area titipan dengan mengikuti sejumlah prosedur yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Misalnya dengan membayar pajak PPN, mengurus dokumen jalan dan dokumen kendaraan lengkap (STNK, BPKB dan dokumen lengkap lainnya).

3. Beli mobil bekas kedutaan asing

Sejumlah kedutaan asing, terutama Amerika dan Jepang, kerap membawa mobil dari negara asalnya untuk digunakan sebagai mobil dinas di Indonesia. Kantor kedutaan dan perwakilan lembaga internasional memasuki mobil melalui jalur diplomatik dan tidak dikenakan pajak.

Uniknya, para pejabat atau diplomat asing ini ketika masa jabatannya berakhir, tidak mengembalikan mobil dinasnya, tetapi menjualnya kembali di Indonesia. Mobil-mobil ini biasanya disebut sebagai Model B, yang berarti jenis mobil yang belum dibayar pajak dan bea masuknya.

Untuk dapat membelinya, Anda harus melengkapi sejumlah aplikasi untuk mengubah statusnya dari Form B menjadi Form C ke Ditjen Bea dan Cukai dan mendapatkan persetujuan dari Kementerian Luar Negeri. Calon pembeli juga diharapkan membayar sejumlah pajak mobil yang dapat meningkatkan nilainya hingga 50 persen dari harga mobil bekas mereka.

4. Beli di lelang Bea Cukai

Terakhir, mengenai cara membeli mobil bekas dari Jepang adalah dengan memilih mobil dari lelang pabean. Direktorat Lelang dan Barang Milik Negara enggan melakukan pelelangan mobil pribadi untuk barang tidak diklaim yang sudah berada di pelabuhan pemasukan (pelabuhan) daerah pabean.

Lelang akan dilakukan setelah kendaraan disetorkan atau ditahan di bea cukai selama 3 sampai 5 tahun pajak. Namun ada syarat yang harus dipenuhi yaitu minimal pembelian 1 lot sebanyak 6 sampai 10 unit dan satuannya ditentukan oleh panitia lelang negara.